SAMARINDA – Nama Helmi Abdullah yang juga Ketua DPRD Samarinda dari Partai Gerindra, kembali mengemuka di peta politik Samarinda. Arsitek kemenangan Andi Harun selama dua periode sebagai Wali Kota Samarinda itu kini menyatakan kesiapan untuk bertarung di Pilwali 2029.
Bagi Helmi, maju sebagai calon Wali Kota adalah bentuk keberlanjutan pengabdian, bukan sekadar ambisi pribadi. Pengalamannya membangun strategi pemenangan Andi Harun sejak sepuluh tahun lalu dinilai menjadi modal utama untuk memimpin Samarinda ke depan.
“Saya bersama Pak Andi Harun sudah membuktikan kerja nyata selama 10 tahun. 2029 saya siap melanjutkan estafet kepemimpinan ini untuk Samarinda yang lebih maju,” ujar Helmi, Kamis (Jum’at/6/2026).
Komitmen Lanjutkan Probebaya ke 1800 RT
Program Pro Bebaya, singkatan dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, menjadi salah satu program unggulan yang akan dilanjutkan Helmi. Selama dua periode, program berbasis RT itu terbukti efektif menyalurkan pembangunan hingga ke tingkat akar rumput.
Helmi menargetkan seluruh 1800 RT se-Samarinda akan merasakan manfaat Probebaya jika ia terpilih. Skemanya akan diperkuat dengan digitalisasi usulan, pengawasan berlapis, dan alokasi anggaran yang lebih tepat sasaran.
“Probebaya itu ruhnya pembangunan Samarinda. Ke depan kita pastikan 1800 RT semua dapat, tidak ada yang tertinggal. Aspirasi warga harus langsung dieksekusi, bukan hanya jadi wacana,” tegasnya.
Bekal Pengalaman dan Kedekatan dengan Warga
Sebagai mantan Ketua DPRD Samarinda dan Ketua Tim Pemenangan, Helmi mengaku paling memahami denyut nadi warga hingga level RT. Ia menilai, pemimpin ke depan harus turun langsung, mendengar keluhan warga, dan mengeksekusi program dengan cepat.
“Kami tidak mau ada gap antara pemerintah dan masyarakat. Wali Kota harus jadi pelayan warga, bukan sebaliknya,” ucap Ketua DPC Partai Gerindra ini.
Deklarasi Helmi Abdullah ini menambah dinamika jelang Pilwali Samarinda 2029. Dengan jejak rekam dua kali mengantarkan kemenangan Andi Harun, langkah politiknya kini ditunggu masyarakat. Apakah ia mampu menerjemahkan pengalaman sebagai “arsitek kemenangan” menjadi pemimpin kota yang membawa perubahan nyata.
Hingga saat ini, sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus RT di berbagai kecamatan mulai menyatakan dukungan. Mereka menilai kontinuitas program seperti Probebaya penting dijaga agar pembangunan Samarinda tidak putus di tengah jalan.









