Beranda / Advertorial / Jalan Kaki Susuri Kampung, Wagub Seno Aji Tinjau Langsung Dampak Abrasi di Pulau Derawan: Helipad Kini Tenggelam

Jalan Kaki Susuri Kampung, Wagub Seno Aji Tinjau Langsung Dampak Abrasi di Pulau Derawan: Helipad Kini Tenggelam

BERAU– Isu abrasi di Kepulauan Derawan bukan lagi sekadar data di atas kertas. Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si bersama istri Hj. Wahyu Seno Aji, didampingi Wakil Bupati Berau H. Gamalis beserta jajaran, turun langsung meninjau titik abrasi di Pulau Derawan, Kamis (2/7/2026).

Peninjauan dilakukan dengan cara yang tidak biasa. Untuk lebih dekat dengan warga, Wagub memilih berjalan kaki menyusuri perkampungan pesisir. Ia menyapa warga, melihat langsung rumah-rumah yang terancam, dan mendengar keluhan masyarakat di lapangan.

Menyapa Warga Hingga Ziarah ke Makam Saa’bani

Rute peninjauan dimulai dari pemukiman warga, dilanjutkan ke tempat wisata religi dengan berziarah ke Makam Saa’bani. Perjalanan kemudian berlanjut ke garis pantai Utara hingga Pantai Landmark, yang merupakan salah satu titik paling parah terdampak abrasi di daratan Pulau Derawan.

“Ini cara kami memastikan informasi yang sampai ke meja pemerintah sama dengan kondisi di lapangan. Jalan kaki membuat kami bisa melihat detail, dari talud yang jebol sampai rumah warga yang tergerus,” ujar Seno Aji di sela peninjauan.

Helipad Era Soeharto 1997 Kini Tenggelam

Orang nomor dua di Benua Etam itu menjelaskan dampak abrasi di ujung utara Pulau Derawan sudah sangat serius. Salah satu buktinya adalah tenggelamnya helipad yang pernah diresmikan oleh Presiden RI ke-2 Soeharto pada tahun 1997.

“Dulu helipad ini ada di daratan. Sekarang sudah masuk ke laut. Artinya garis pantai sudah mundur puluhan meter. Ini bukan persoalan kecil, ini soal keberlanjutan pulau dan mata pencaharian warga,” tegasnya.

Abrasi juga mengancam infrastruktur wisata, akses pantai, dan makam-makam keramat warga. Jika tidak ditangani, pulau wisata andalan Kaltim itu berisiko kehilangan daratannya secara bertahap.

Lanjut ke Sangalaki, Jantung Konservasi Penyu

Usai mengelilingi Pulau Derawan, Wagub beserta istri dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Pulau Sangalaki. Pulau ini merupakan kawasan utama konservasi tukik penyu hijau dan penyu sisik di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau.

Seno Aji menyebut, abrasi dan konservasi adalah dua sisi mata uang yang sama. Kerusakan pantai di Derawan berdampak pada hilangnya habitat peneluran penyu.

“Kita tidak bisa bicara wisata berkelanjutan kalau pulau-nya habis tergerus dan penyu-nya tidak punya pantai untuk bertelur. Penanganan abrasi harus berbasis alam, seperti penanaman mangrove, terumbu buatan, dan pemecah gelombang ramah lingkungan,” pungkasnya.

Pemprov Kaltim bersama Pemkab Berau akan mengkaji skema penanganan darurat dan jangka panjang. Mulai penguatan garis pantai, relokasi bertahap, hingga dukungan anggaran untuk konservasi pulau-pulau kecil terluar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *