Wagub Kaltim Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si meninjau langsung PT Esta Indonesia Tbk di Terboyo Industrial Park, Sabtu (22/8/2026). Tujuannya jelas, memindahkan teknologi pengolahan sarang walet ke Kaltim. “Kita punya bahan bakunya besar. Jangan sampai nilai tambahnya lari ke daerah lain,” tegasnya.
SEMARANG – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si melakukan kunjungan kerja ke PT Esta Indonesia Tbk, pabrik pengolahan sarang burung walet terkemuka yang berlokasi di Terboyo Industrial Park, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut konkret dari penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Jawa Tengah awal Agustus 2026 lalu.
Di hadapan manajemen PT Esta, Seno Aji menegaskan bahwa kerja sama antar daerah harus melahirkan nilai tambah nyata bagi masyarakat Kaltim.
“Dari kesepakatan tersebut kita ingin ada nilai tambah bagi Kaltim karena Kaltim punya raw yang sangat besar untuk sarang burung Walet,” ujar Seno Aji.
Selama ini, sebagian besar sarang walet dari Kaltim diekspor dalam bentuk mentah. Padahal, proses pencucian, grading, hingga pengemasan di negara tujuan bisa melipatgandakan harga jual.
Seno Aji menilai ini adalah peluang yang tidak boleh disia-siakan, terutama di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara/IKN yang menuntut penguatan ekonomi non-tambang.
Dalam pertemuan tersebut, Wagub Seno Aji diterima langsung oleh Direktur Utama PT Esta Indonesia Tbk, Hoo Anton Siswanto.
Ia secara terbuka menawarkan agar PT Esta, yang selama ini dikenal sebagai investor, perusahaan pencucian, dan eksportir sarang walet, segera membangun fasilitas serupa di Benua Etam.
“Melalui kunjungan ini kita berharap PT Esta Indonesia sebagai investor sekaligus pencucian dan eksportir bisa membangun fasilitas tersebut di Kaltim apakah nanti bekerjasama dengan Perusda atau bagaimana sistem yang tentu nanti bisa kita diskusikan,” pungkasnya.
Skema kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah/Perusda disebut sebagai salah satu opsi agar keuntungan industri ini juga bisa dirasakan langsung oleh daerah.
Bagi Seno Aji, hilirisasi sarang walet adalah bagian dari strategi besar diversifikasi ekonomi Kaltim. Selain sawit dan tambang, komoditas walet memiliki potensi ekspor tinggi ke pasar Tiongkok, Hong Kong, dan Singapura.
Dengan adanya pabrik pengolahan di Kaltim, maka rantai pasok akan lebih pendek, lapangan kerja baru akan terbuka, dan pendapatan petani walet bisa meningkat signifikan.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari investasi nyata PT Esta Indonesia di Kaltim. Pemprov siap memfasilitasi perizinan, penyediaan lahan, hingga kemitraan dengan koperasi petani walet.
Perlu diketahui jika PT Esta Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan publik di bidang pengolahan dan ekspor sarang burung walet dengan standar internasional.








