SAMARINDA– Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si bersama istri Hj. Wahyu Seno Aji menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi dari Badan Pusat Statistik/BPS Kaltim, Jumat (19/6/2026). Pendataan dilakukan langsung di rumah jabatan Wakil Gubernur, Jalan Milono, Samarinda, sebagai simbol dukungan penuh Pemprov terhadap program strategis nasional tersebut.
Petugas BPS mencatat kondisi usaha, lapangan pekerjaan, dan aset ekonomi rumah tangga Wagub. Kehadiran petugas Sensus Ekonomi ke rumah jabatan Wagub Seno Aji menjadi contoh konkret bagi seluruh ASN, pelaku usaha, dan masyarakat agar tidak ragu membuka pintu saat didatangi petugas sensus berseragam resmi dengan tanda pengenal.
Data Valid, Kebijakan Tak Melenceng
Wagub Seno Aji menegaskan Sensus Ekonomi bukan sekadar pengisian formulir. Data yang dihasilkan akan menjadi kompas Pemprov dalam merancang program pembangunan, terutama di era transisi menuju Ibu Kota Nusantara/IKN.
“Saya mendukung penuh program Sensus Ekonomi ini karena data yang valid dan terpercaya merupakan fondasi penting dalam perumusan kebijakan pembangunan agar tepat sasaran. Tanpa data yang benar, program bisa salah alamat,” ujar Seno Aji usai didata.
Menurutnya, Kaltim yang kini jadi episentrum pertumbuhan nasional butuh potret ekonomi yang jujur. Mulai dari UMKM di pinggiran Samarinda, nelayan di pesisir Paser, hingga pelaku usaha kreatif di Balikpapan. Semua harus masuk dalam peta data agar bantuan, pelatihan, dan akses modal tidak hanya menumpuk di satu titik.
Ajakan Jujur ke Seluruh Warga Kaltim
Seno Aji mengajak seluruh masyarakat Kaltim membuka pintu dan memberikan informasi selengkap mungkin kepada petugas. Kerahasiaan data dijamin Undang-Undang Statistik, hanya digunakan untuk agregat kebijakan, bukan untuk pajak atau razia.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk berpartisipasi aktif dan memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap kepada petugas Sensus. Jangan khawatir, data Bapak Ibu aman dan hanya untuk kepentingan pembangunan,” ajaknya.
Ia menekankan, satu data yang disembunyikan bisa berarti satu desa tidak kebagian program. Satu data yang dilebih-lebihkan bisa membuat anggaran melenceng. Karena itu kejujuran publik adalah kunci.
Potret Aktual untuk Kaltim Sejahtera
Kepala BPS Kaltim menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 memotret seluruh aktivitas ekonomi: usaha mikro, kecil, menengah, sampai usaha besar, termasuk sektor informal. Hasilnya akan jadi dasar penentuan klaster kemiskinan, peta potensi investasi, dan arah pemberdayaan ekonomi 5 tahun ke depan.
“Dengan data yang berkualitas kita dapat menghadirkan gambaran kondisi aktual masyarakat sebagai dasar arah pembangunan, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Seno Aji menutup.
Perlu diketahui Wagub Seno Aji menegaskan bahwa Pemprov Kaltim menargetkan tingkat respons masyarakat di atas 95%. Karena di era IKN, Kaltim tidak boleh membangun berdasarkan kira-kira. Pembangunan harus berdiri di atas data, bukan asumsi.









