Beranda / Kesehatan / Gelar Seminar Leadership, RS IA Moeis Samarinda Matangkan Langkah Menuju Rumah Sakit Pendidikan

Gelar Seminar Leadership, RS IA Moeis Samarinda Matangkan Langkah Menuju Rumah Sakit Pendidikan

SAMARINDA– Rumah Sakit Ince Abdul Moeis Samarinda terus memantapkan langkah menuju transformasi sebagai rumah sakit pendidikan. Komitmen itu ditegaskan dalam Seminar Keperawatan bertema _Leadership, Manajemen Konflik, dan Berpikir Positif_ yang digelar di Arutala Ballroom Kantor Bapperida Samarinda, Minggu (24/5/2026).

Seminar yang diikuti ratusan perawat ini dibuka langsung oleh Direktur Utama RS IA Moeis Samarinda, dr Osa Rafshodia MSIH., MPH.

Dalam sambutannya, dr Osa menekankan pentingnya penguatan kompetensi perawat melalui sertifikasi resmi dari Kementerian Kesehatan. Ia menargetkan seluruh perawat di RS IA Moeis dapat bersertifikasi sesuai bidangnya dalam waktu dekat.

“Kami menargetkan seluruh perawat di rumah sakit Moeis harus bersertifikasi Kemenkes. Saat ini rumah sakit IA Moeis sedang berproses asesmen untuk menjadi rumah sakit pendidikan. Jika tahun ini berjalan lancar, maka RS Moeis akan menjadi rumah sakit pendidikan pertama di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Dr Osa menjelaskan, status RS IA Moeis sebagai rumah sakit utama Universitas Balikpapan atau Uniba menjadi modal penting dalam proses tersebut. Tahun depan, seluruh dokter dari Uniba dijadwalkan akan menjalani _clinical clerkship_ di RS IA Moeis.

“Sekali lagi target kami adalah menjadi rumah sakit pendidikan. Karena itu, penguatan sumber daya manusia, khususnya perawat, menjadi prioritas,” katanya.

Ia menyebut pemilihan tema seminar bukan tanpa alasan. Menurutnya, perawat memegang peran vital dalam pelayanan rumah sakit dengan porsi mencapai 60 persen dari total tenaga kesehatan. Karena itu, penguatan kapasitas perawat melalui ruang pembelajaran dan pengembangan diri menjadi strategi utama.

“Dalam rumah sakit ini perlu energi yang besar. Kalau perawat berhasil, maka yang lain akan mengikuti,” tuturnya.

Lebih jauh, dr Osa menargetkan dalam dua tahun ke depan RS IA Moeis harus memiliki kompetensi utama sebagai rumah sakit pendidikan yang mampu menghasilkan tenaga kesehatan unggul dan siap bersaing.

Seminar ini menjadi bagian dari upaya manajemen untuk membangun budaya kerja profesional, kolaboratif, dan adaptif di lingkungan rumah sakit. Melalui penguatan leadership dan manajemen konflik, diharapkan perawat mampu menjaga kualitas pelayanan sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang positif.

Transformasi RS IA Moeis menjadi rumah sakit pendidikan dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan di Kalimantan Timur, sekaligus menjawab kebutuhan tenaga medis berkualitas di era pembangunan IKN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *