Beranda / Advertorial / Pasok 80% Kebutuhan Dunia, Kratom Kaltim Diincar Pasar AS-Eropa, Wagub Seno Aji Bakal Tinjau Pabrik Di L3

Pasok 80% Kebutuhan Dunia, Kratom Kaltim Diincar Pasar AS-Eropa, Wagub Seno Aji Bakal Tinjau Pabrik Di L3

SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Seno Aji menerima audiensi PT Borneo Riseta Naturafarm bersama PT DJB Botanicals Indonesia untuk membahas potensi hilirisasi tanaman Kedemba atau Kratom (_Mitragyna speciosa_) sebagai komoditas ekspor unggulan Kalimantan Timur. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Wakil Gubernur Kaltim, Senin (11/5/2026).

Hadir dalam audiensi Dr. Islamudin Ahmad, Prof. Rudianto Amirta, dan Baso Didik Hikmawan dari PT Borneo Riseta Naturafarm, serta Haris Wafa dan Dwi Lestari dari PT DJB Botanicals Indonesia.

Audiensi dibuka dengan paparan Dr. Islamudin Ahmad bertema “Kratom: Emas Hijau dari Bumi Kalimantan Peta Jalan Transformasi Nilai Ekologis, Validasi Ilmiah, dan Blueprint Hilirisasi Industri”.

Ia menjelaskan, Kratom adalah tumbuhan tropis dari famili _Rubiaceae_ yang tersebar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar, Filipina, dan Papua Nugini. Di Kaltim, tanaman ini dikenal dengan nama lokal Kedemba, sementara di Kalbar disebut Purik atau Ketum, serta Kayu Sapat di Kalteng dan Kalsel.

Dari sisi ekonomi, Islamudin memaparkan potensi pendapatan yang signifikan. Daun segar Kratom dapat menghasilkan Rp80–Rp120 juta per hektare per tahun. Jika dihilirisasi menjadi ekstrak berkadar tinggi, nilainya melompat menjadi Rp2,3–Rp5,7 miliar per hektare per tahun.

“Hilirisasi adalah kunci. Dengan mengolah daun Kratom mentah menjadi produk ekstrak terstandar, nilai ekonomi komoditas ini dapat meningkat hingga lebih dari seribu kali lipat. Ini bukan sekadar angka, tapi peluang nyata yang sudah didukung riset ilmiah dan regulasi ekspor yang sah,” tegasnya.

Paparan dilanjutkan Haris Wafa dari PT DJB Botanicals Indonesia yang memotret peluang pasar global. Saat ini, Indonesia memasok lebih dari 80% kebutuhan Kratom dunia. Pasar utama meliputi Amerika Serikat dan Eropa untuk industri herbal dan kebugaran, serta India dan Thailand untuk industri ekstraksi bahan alam.

Haris menjelaskan, PT DJB Botanicals Indonesia berdiri sejak 2019 dan menjadi pionir eksportir produsen Kratom di Kaltim. Perusahaan memiliki fasilitas produksi di Kawasan Industri L3 Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, serta mengantongi persetujuan ekspor Kratom dari Kementerian Perdagangan RI.

“Kami memiliki kapasitas mesin grinder mill 1 ton per hari dan disk mill 8 ton per hari, didukung jaringan pasokan bahan baku dari Kukar, Kubar, Kutim, Penajam, Paser, serta sebagian Kalsel,” jelasnya.

Sementara itu, PT Borneo Riseta Naturafarm merupakan lembaga riset yang meneliti Kratom sejak 2019 dengan tim lebih dari 20 ahli lintas disiplin, fokus pada isolasi alkaloid dan standarisasi mutu.

Menutup paparan, Haris Wafa menyampaikan aspirasi mewujudkan _East Borneo Botanicals Corridor_, yakni kolaborasi regional lintas daerah di sisi timur Pulau Kalimantan untuk mengoptimalkan potensi Kratom secara terintegrasi.

“Pemprov Kaltim diharapkan mendorong pemetaan potensi Kratom di wilayahnya, seperti yang dilakukan Kalimantan Utara. Diversifikasi produk juga tidak terbatas pada Kratom, tapi komoditas botani endemik Kalimantan lain seperti Tahongai (_Kleinhovia hospita_), Nuciferine, Arecoline, dan Bawang Dayak,” ungkapnya.

Wagub Seno Aji menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menegaskan akan menindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan yang melibatkan Dinas Kehutanan, Tim Ahli Gubernur, serta instansi terkait untuk membahas regulasi dan langkah strategis pengembangan Kratom secara menyeluruh.

Seno Aji juga menyatakan kesiapan Pemprov Kaltim terlibat aktif dan memberikan dukungan pendanaan untuk hilirisasi Kratom. Hal ini menjadi bagian dari komitmen diversifikasi sumber pendapatan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam lokal yang berkelanjutan.

“Nanti kita turun langsung ke lokasi fasilitas produksi dan laboratorium di L3 Tenggarong Seberang. Saya ingin melihat sendiri sejauh mana kesiapan industri ini. Pemprov Kaltim serius untuk terlibat dan mendukung hilirisasi Kratom sebagai komoditas unggulan daerah,” tegas Seno Aji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *