PASER – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji membuka Rapat Koordinasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Rakor PPPA) se-Kalimantan Timur Tahun 2026 di Pendopo Lou Bepekat, Kabupaten Paser, Rabu (11/2/2026).
Dalam sambutannya, Wagub Seno menekankan tiga hal penting sebagai tujuan strategis Rakor PPPA, yakni ramah perempuan, layak anak, dan Ruang Bersama Indonesia (RBI).
“Rakor ini diharapkan menghasilkan poin-poin strategis untuk penguatan pemberdayaan perempuan di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Wagub Seno menyebut pemberdayaan perempuan harus diarahkan pada kemandirian ekonomi agar mampu membantu kesejahteraan keluarga. Karena itu, ia menegaskan pentingnya sinergi lintas OPD, pemerintah kabupaten/kota, dan pemerintah pusat.
Seno Aji juga menyoroti masih tingginya angka Desil 1 dan Desil 2 di Kaltim, termasuk di Kabupaten Paser yang tercatat sekitar 25 ribu jiwa berada pada Desil 1.
“Padahal Kaltim kaya sumber daya alam, namun masih ada masyarakat yang tergolong miskin. Ini menjadi tantangan besar,” tegasnya.
Menurut Wagub, banyak kasus kekerasan terhadap anak terjadi pada kelompok Desil 1 dan 2. Karena itu, pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan perempuan menjadi kunci terwujudnya daerah layak anak.
“Jika perempuan berdaya dan kemiskinan menurun, maka anak-anak akan tumbuh sehat, ceria, dan terlindungi,” katanya.
Wagub Seno juga menekankan pentingnya sinergi PPPA dengan Forkopimda untuk menekan kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan seksual yang masih tergolong tinggi di Kaltim.
“RBI dapat diwujudkan apabila perempuan sudah berdaya dan anak-anak sudah layak,” tambahnya.
Di akhir sambutan, Wagub mengapresiasi pelaksanaan Rakor PPPA dan berharap dapat mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
Pada kesempatan tersebut diserahkan piagam Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) kepada sejumlah desa di Kabupaten Paser.









