Forum Nasional Youth Summit 2026 di Hotel Santika Premier Semarang, Jumat (21/8/2026) menjadi panggung Wagub Seno Aji memperkenalkan program pendidikan tanpa biaya. Tujuannya satu: memastikan anak Kaltim tidak tertinggal di era pembangunan Ibu Kota Nusantara.
SEMARANG – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si menjadi salah satu pembicara kunci dalam Forum Nasional Youth Summit 2026 yang digelar di Hotel Santika Premier Semarang, Jumat (21/8/2026).
Di forum yang mempertemukan pemimpin muda dari berbagai daerah ini, Seno Aji memaparkan program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam sektor pendidikan. Paparannya menjadi sorotan karena menyentuh langsung persoalan akses dan biaya pendidikan.
Dalam sesi diskusi yang menyoroti isu pendidikan menengah dan strategi menyiapkan SDM menyongsong Indonesia Emas 2045, Seno Aji memperkenalkan program Gratispol Pendidikan.
“Kami punya program pendidikan gratispol, seragam gratis untuk jenjang SMA, SMK sederajat dan juga termasuk pendidikan tinggi gratis bagi putra putri Kaltim jenjang S1 hingga S3,” ujar Seno Aji.
Program ini dirancang sebagai jawaban atas mahalnya biaya pendidikan yang masih menjadi penghalang bagi banyak keluarga di Kaltim. Dengan status Kaltim sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara/IKN, Pemprov menilai peningkatan kualitas SDM adalah harga mati.
Menurut Seno Aji, pembangunan infrastruktur fisik tanpa dibarengi penguatan sumber daya manusia akan sia-sia. Karena itu, pendidikan dijadikan prioritas utama.
“Upaya mewujudkan pendidikan bertemu bagi Generasi Emas Kaltim” menjadi nafas dari program ini. “Bertemu” di sini dimaknai sebagai pendidikan yang mudah diakses, merata, dan berkualitas.
Melalui skema seragam gratis untuk SMA/SMK/sederajat, Pemprov memangkas beban orang tua di tingkat menengah. Sementara melalui beasiswa penuh S1 hingga S3, Kaltim ingin memastikan putra-putri terbaik daerah bisa melanjutkan studi tanpa terbebani biaya, baik di dalam maupun luar negeri.
Seno Aji menegaskan, program ini bukan sekadar bantuan sosial. Ini adalah investasi jangka panjang.
Di tengah arus urbanisasi dan persaingan tenaga kerja akibat pembangunan IKN, Kaltim tidak ingin warganya hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku utama, pemimpin, dan penggerak di tanahnya sendiri.
Dengan mencetak SDM yang terdidik dan berdaya saing, Pemprov optimis “Generasi Emas Kaltim” akan mampu menjawab tantangan pembangunan nasional ke depan.
Paparan Seno Aji di Youth Summit 2026 ini mendapat apresiasi dari peserta forum. Banyak yang menilai program Gratispol Pendidikan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjamin hak dasar warga atas pendidikan.









