Di tengah kualitas udara Kalimantan yang sangat tidak sehat akibat kabut asap Karhutla, Yayasan Jantung Indonesia/YJI Kalimantan Timur turun langsung ke jalan. Ratusan masker dan air mineral dibagikan kepada pengguna jalan di kawasan Taman Samarendah sebagai wujud kepedulian.
SAMARINDA– Langit Samarinda kembali kelabu. Indeks Kualitas Udara terus merosot akibat kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan/Karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan. Di tengah kondisi itu, Yayasan Jantung Indonesia/YJI Kalimantan Timur tidak tinggal diam.
YJI Kaltim turun langsung ke jalan dan menggelar aksi pembagian masker dan air mineral gratis kepada pengguna jalan di kawasan Taman Samarendah, Samarinda.
Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum YJI Kalimantan Timur Hj. Wahyu Hernaningsih Seno Aji bersama jajaran pengurus dan relawan.
Satu per satu, masker medis dan botol air mineral diserahkan kepada pengendara motor, pengemudi, pejalan kaki, hingga petugas kebersihan jalan yang terdampak langsung oleh polusi.
“Masker sederhana ini adalah langkah kecil, semoga sangat membantu melindungi kesehatan dan menjaga sesama,” ujar Hj. Wahyu Seno Aji di sela-sela aksi.
Bagi YJI, pembagian masker bukan hanya soal perlindungan fisik. Ini adalah bentuk empati dan solidaritas di tengah bencana asap yang mengancam kesehatan pernapasan, terutama bagi penderita jantung, lansia, dan anak-anak.
Istri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si ini juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi kabut asap yang kembali terjadi.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, banyak minum air putih, dan mengurangi aktivitas di luar jika tidak mendesak.
“Saya berdoa agar keadaan kembali normal seiring Karhutla Kalimantan segera padam, sehingga kondisi udara kembali membaik dan kita semua diberikan kesehatan,” tuturnya.
Hj. Wahyu Seno Aji menegaskan, jantung dan paru adalah organ vital yang paling rentan saat kualitas udara buruk. Karena itu, langkah preventif harus dilakukan sejak dini. Aksi YJI Kaltim ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kepedulian bisa dimulai dari hal paling sederhana.
Di tengah bencana asap, selembar masker dan seteguk air mineral bisa berarti besar bagi mereka yang harus tetap bekerja di luar rumah. YJI Kaltim berkomitmen akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan siap menggelar aksi serupa di titik-titik lain jika kondisi belum membaik.
“Mari kita jaga diri, jaga keluarga, dan jaga sesama. Karena sehat itu hak semua orang,” pungkasnya.









