Beranda / Advertorial / Dari Pesantren, Wagub Seno Aji Launching Gernas RANA Kaltim: Cegah Stunting Mulai dari Remaja

Dari Pesantren, Wagub Seno Aji Launching Gernas RANA Kaltim: Cegah Stunting Mulai dari Remaja

SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si meresmikan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh Cegah Stunting/RANA Tingkat Provinsi Kaltim Tahun 2026. Kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Nabil Husein, Samarinda.

Peresmian ini menjadi penanda dimulainya gerakan masif di Kaltim untuk menurunkan angka stunting melalui pendekatan kolaboratif bersama masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.

Dalam sambutannya, Seno Aji menegaskan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Diperlukan gerakan bersama agar target penurunan prevalensi stunting di Kaltim bisa tercapai.

“Generasi Emas 2045 dimulai dari hari ini. Kuncinya ada pada kesehatan remaja, ibu hamil, dan 1000 hari pertama kehidupan. Karena itu kami mulai dari pesantren, karena santri adalah agen perubahan,” ujar Seno Aji.

Ia menilai Ponpes Nabil Husein dipilih sebagai lokasi karena pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, wawasan kesehatan, dan kepedulian sosial para santri.

Gernas RANA merupakan program nasional yang mengajak masyarakat mampu menjadi “Orang Tua Asuh” bagi anak berisiko stunting, ibu hamil KEK, dan remaja putri.

Bentuk dukungannya beragam, mulai dari bantuan asupan gizi, pendampingan kesehatan, hingga edukasi pola asuh.

“Dengan adanya Orang Tua Asuh, kita ingin memastikan tidak ada lagi anak yang tumbuh dengan gizi buruk. Ini bentuk gotong royong kita untuk Kaltim yang lebih sehat,” jelas Wagub.

Di lokasi peresmian, Wagub Seno Aji juga meninjau layanan pemeriksaan kesehatan, pemberian makanan tambahan, dan edukasi gizi bagi santri serta masyarakat sekitar.

Pemprov Kaltim menargetkan penurunan stunting signifikan melalui Gernas RANA. Sejumlah kepala OPD, pimpinan lembaga, Baznas, CSR perusahaan, dan tokoh masyarakat turut hadir dan berkomitmen menjadi Orang Tua Asuh.

Seno Aji berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai seremonial, melainkan ditindaklanjuti dengan aksi nyata di kabupaten/kota.

“Mari kita jadikan RANA ini gerakan moral. Bantu satu anak, selamatkan satu masa depan Kaltim,” pungkasnya.

Dengan diresmikannya Gernas RANA di Ponpes Nabil Husein, Pemprov Kaltim berharap pesantren dan sekolah bisa menjadi pusat penggerak literasi gizi dan pencegahan stunting dari hulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *