Ketua YJI Kaltim dan TP PKK Kukar Salurkan Bantuan untuk 73 KK Korban Kebakaran Danau Aji, Sekolah Muhammadiyah Jadi Pos Pengungsian.
TENGGARONG– Wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan di Kutai Kartanegara. Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kalimantan Timur, Wahyu Hernaningsih Seno Aji, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kutai Kartanegara, Andi Deezca Pravidhia Aulia Rahman Basri, turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran hebat di kawasan Danau Aji, RT 33, Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Rabu (7/10/2026).
Bantuan tersebut menjadi bagian dari aksi sosial berkelanjutan yang terus bergerak sejak detik pertama musibah kebakaran terjadi. Penyaluran logistik dan kebutuhan pokok dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kebutuhan riil warga di lokasi pengungsian.
Ketua YJI Kaltim, Wahyu Seno Aji, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas sinergi dan kecepatan respons seluruh elemen masyarakat Kukar yang bahu-membahu membantu korban.
“Alhamdulillah sore ini kami membawa amanah dari Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kaltim bersama masyarakat dari seluruh lapisan, majelis taklim, dan organisasi wanita. Semua ikut berempati dan bersinergi dalam bakti sosial ini,” ungkap Wahyu Seno Aji.
Adapun bantuan yang disalurkan kali ini sangat komprehensif dan menyasar kebutuhan spesifik para pengungsi. Tidak hanya bahan pokok seperti beras, minyak, dan telur, tim juga menyalurkan makanan siap saji, kebutuhan anak-anak dan balita seperti susu, roti, dan popok, hingga kebutuhan sensitif seperti pakaian dalam dan perlengkapan sanitasi wanita.
“Melimpahnya bantuan makanan siap saji dari pagi hingga malam menunjukkan tingginya solidaritas warga sekitar dalam menyokong para korban,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data valid terbaru dari pihak Kelurahan Melayu, musibah kebakaran di pemukiman padat Danau Aji ini berdampak pada 73 Kepala Keluarga (KK). Beruntung, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Terkait kondisi hunian sementara, Wahyu menjelaskan bahwa sebagian besar warga terdampak saat ini memilih menumpang di rumah sanak saudara dan keluarga terdekat di sekitar Tenggarong.
Sementara bagi warga yang tidak memiliki kerabat di sekitar lokasi kejadian, solidaritas dunia pendidikan hadir. Pihak sekolah TK dan SD Muhammadiyah Tenggarong dengan sigap membuka pintu dan ruang kelasnya untuk dijadikan posko penampungan sementara serta memfasilitasi kebutuhan para pengungsi.
“Kami mengapresiasi dukungan dari seluruh pihak. Semoga korban kebakaran diberikan kesabaran dan kondisi segera pulih, semua warga diberikan kesehatan,” tutup istri Wakil Gubernur Kaltim tersebut.









