SAMARINDA – Komitmen menuju sekolah unggul dan berstandar internasional terus ditunjukkan SMKN 8 Samarinda. Sekolah kejuruan yang berada di kawasan Harapan Baru ini tengah mempersiapkan approval sebagai salah satu persyaratan sekolah berstandar ISO.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala SMKN 8 Samarinda, Dr. Hamsiah, S.Pd., M.Pd.
“Saat ini SMKN 8 tengah mempersiapkan approval, salah satu persyaratannya sekolah harus berstandar ISO, oleh karena itu di tanggal 28 sampai dengan 30 September kami simulasi audit internal,” ujar Hamsiah.
Menurutnya, simulasi audit internal menjadi tahapan krusial sebelum penilaian resmi oleh lembaga sertifikasi. Jika proses simulasi berjalan lancar, maka audit internal sesungguhnya akan digelar pada 5 dan 6 Oktober 2026.
“Setelah kami audit internal tanggal 5 dan 6 selanjutnya jika lolos maka kami akan dinilai oleh badan sertifikasi ISO,” jelasnya.
Perlu diketahui, di sela persiapan ISO, SMKN 8 Samarinda juga tengah mempersiapkan administrasi Sekolah Adiwiyata. Target pertama yang dicanangkan adalah pembentukan bank sampah sekolah.
“Saat SMK 8 tengah mempersiapkan administrasi sekolah Adiwiyata dan target kami yang pertama adalah bank sampah,” ujar Hamsiah.
Saat ini, SMKN 8 telah menjalin kerjasama dengan bank sampah yang ada di Kelurahan Harapan Baru dan telah mendapatkan pelatihan pengelolaan sampah. Konsepnya, setelah bank sampah sekolah terbentuk, seluruh siswa akan memiliki buku bank sampah.
“Dengan tujuan agar tidak ada sampah yang tidak bermanfaat di sekolah, selain itu kami juga pembuatan pupuk kompos,” tambahnya.
Program ini tidak hanya berorientasi lingkungan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi siswa. Sampah anorganik yang dikumpulkan akan memiliki nilai tabungan, sementara sampah organik diolah menjadi kompos yang bisa dimanfaatkan untuk penghijauan sekolah.
Selain program lingkungan, SMKN 8 juga akan mengagendakan event rutin setiap satu semester bertajuk Jumat Ceria. Program ini menjadi panggung ekspresi bagi siswa untuk menampilkan bakat seni dan budaya.
“Dalam Jumat Ceria tersebut setiap siswa per kelas yang punya talenta bisa tampil untuk menunjukkan talentanya dalam seni dan budaya,” urainya.
Menurut Hamsiah, SMK tidak hanya harus unggul dalam kompetensi kejuruan, tetapi juga memberikan ruang tumbuh bagi kreativitas, karakter, dan kepercayaan diri siswa.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMKN 8 Samarinda Hamsiah juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim atas program seragam gratis Gratispol, yang dinilai sangat membantu wali murid, terutama dari keluarga kurang mampu.
“Program Gratispol sangat membantu meringankan beban orang tua, terutama di awal tahun ajaran,” katanya, Kamis(24/9/2026).
Namun, Hamsiah juga menyampaikan usulan khusus agar ke depan SMKN 8 mendapatkan perhatian terkait seragam untuk jurusan Pelayaran. Pasalnya, jurusan tersebut memiliki kekhususan dan tidak menggunakan seragam putih abu-abu pada umumnya.
“Untuk jurusan pelayaran diberikan seragam putih-putih karena jurusan tersebut tidak memakai putih abu-abu,” usulnya.
Usulan tersebut dinilai relevan mengingat SMKN 8 memiliki jurusan kemaritiman yang membutuhkan identitas dan standar seragam sesuai regulasi pelayaran.
Dengan sederet persiapan mulai dari ISO, Adiwiyata, bank sampah, hingga Jumat Ceria, SMKN 8 Samarinda menegaskan diri sebagai SMK yang tidak hanya mengejar kompetensi teknis, tetapi juga berorientasi pada mutu manajemen, kepedulian lingkungan, dan pengembangan karakter siswa secara menyeluruh.









