Politisi Muda DPW PKB Kaltim, Sutomo Jabir (pegang mic).(foto: istimewa)
SAMARINDA-Menjelang 1 Tahun Kepemimpinan Rudy Mas’ud – Seno Aji, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Timur melakukan diskusi publik dengan tema “ Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Gubernur-Wakil Gubernur Kaltim ; Kebijakan dan dampaknya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah, di Caffe D’Baggios.
Diskusi Publik ini menghadirkan nara sumber dari pimpinan partai politik, Akademisi dan Organisasi masyarakat
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa, Sutomo Jabir menyoroti Kenerja Ekonomi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sepanjang Tahun 2025 yang dinilai lebih buruk daripada tahun tahun sebelumnya.
“Mulai tahun 2023 ketika APBD kita melampaui 20 T, pertumbuhan Ekonomi bisa mencapai 6,22% begitu pula pada tahun lalu ekonomi tumbuh 6,17%, tapi tahun ini justru hanya tumbuh 4,26% artinya kan lebih buruk dibandingkan tahun tahun sebelumnya padahal APBD kita masih di atas 20 T,” ujar Sutomo
Sutomo Jabir juga menilai lambatnya serapan anggaran menjadi faktor penyebab pertumbuhan Ekonomi melambat dan tidak sesuai dengan target yang ditetapkan dalam RPJMD Kaltim. Target pertumbuhan ekonomi dalam RPJMD sebesar 6,17%-6,40%, diyakini Sutomo Jabir tadak akan tercapai tahun ini.
“Saya meyakini bahwa lambatnya serapan anggaran berdampak pada pertumbuhan ekonomi tahun” lanjutnya.
Sementara itu, Ekonom Universitas Mulawarman, Haerul Anwar, atau Cody, memaparkan bahwa ekonomi Kaltim tidak bisa dilepaskan dari kondisi global terutama permintaan batu bara dari negara tujuan ekspor, seperti Tiongkok dan India. Begitupun dengan kapasasitas produksi batu bara di Kaltim
“Ekonomi Kalimantan Timur masih banyak tergantung pada sektor batu bara sehingga mau tidak mau kita berbicara masalah isu global terutama permintaan batu bara, tarif dagang dan kondisi kapasitas produksi batu bara kita di Kaltim” ungkap Cody









